Minggu, 28 Februari 2010

Sekilas Info

Bandung diterjang Puting Beliung

Minggu ( 28/2), Angin puting beliung terlihat 10 Km dari pusat perbelanjaan Gede Bage, Bandung.
angin yang terbentuk oleh gumpalan awan hitam tebal ini diperkirakan mulai memberntuk pukul 13.30 siang, dan angin tersebut berputar kurang lebih selama setengah jam.

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 23 Februari 2010

Apakah Minyak wangi masalah sepele????

*Prolog *

Minyak wangi saat ini telah menjadi suatu barang yang identik dengan wanita.
Boleh dibilang, dia telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari gaya hidup
wanita yang katanya "modern". Tidak lah lengkap seorang wanita meskipun
telah menggunakan pakaian yang bagus dan sesuai dengan perkembangan mode,
jika tidak ada bau harum minyak wangi yang tercium darinya. Bahkan kita
lihat bahwa sekarang, minyak wangi telah menjadi sebuah komoditas yang
sangat penting, tidak kalah dengan perkembangan mode pakaian. Kita bisa
melihat para wanita itu menghabiskan begitu banyak uang (yang oleh mereka
itu sudah menjadi seperti kebutuhan pokok) untuk memenuhi selera dan
keinginan mereka akan minyak wangi yang bagus, berkualitas dan terkenal.
Bahkan sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa untuk memperoleh minyak wangi
yang terkenal, banyak dari kaum wanita muslim, rela pergi sampai ke kota
atau bahkan Negara lain dengan membayar ongkos yang tidak sedikit tentunya.

Lalu bagaimana sesungguhnya ajaran Islam mengenai minyak wangi ini, terutama
jika yang memakainya adalah para wanita?

*Wanita dan Minyak Wangi *

Sebagian dari Anda mungkin akan menganggap ini adalah perkara yang sangat
sederhana, bahkan mungkin akan terucap dari bibir Anda sebuah kalimat
"Ngapain si ngurusin yang begitu-begitu, asal menjalankan sholat dan puasa
kan udah cukup? Janganlah terlalu ketat dalam menjalankan hukum agama. Yang
sedang-sedang saja." Dan kalimat-kalimat lainnya yang sejenis. Sangat wajar
tentunya karena sejak kita lahir, lingkungan kita telah mendidik kita untuk
mengenal yang namanya minyak wangi. Namun sayangnya, terkadang kita lebih
sering berlaku tidak adil baik dengan diri kita sendiri maupun dengan orang
di sekeliling kita. Sering kita hanya menjelaskan sisi duniawinya saja tanpa
memberikan penjelasan tentang bagaimana syariat Islam terhadapnya. Padahal
Allah telah berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara
*kaffah *(keseluruhan)
…" (QS al-Baqarah 208)

Di dalam Islam, semua syariat adalah sama dalam artian mempuyai hak yang
sama untuk dilaksanakan. Islam adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari
banyak aspek, dan menjadi kewajiban dari masing-masing individu muslim untuk
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kembali kepada minyak wangi….

Bagaimana tuntunan Islam terhadap penggunaan minyak wangi? Terutama bagi
kaum wanita?

Berikut akan saya tuliskan beberapa penjelasan yang diambil dari buku
al-Masaail Jilid 2 hal. 151 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Semoga
dapat kita ambil hikmahnya dan tentunya dapat diamalkan oleh kaum muslimah.

   1. Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda "Barangsiapa yang
   diberi harum-haruman, maka janganlah ia menolaknya, karena sesungguhnya ia
   itu ringan bebannya (ringan dibawa) dan harum baunya." (Shahih riwayat
   Ahmad, Nasa'i, Muslim, dan Abu Dawud dari Abu Hurairah).
   2. Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda "Diberi kecintaan
   kepadaku dari (urusan) dunia kamu, ialah wanita,
   harum-haruman/wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku di dalam
   sholat." (Shahih riwayat Ahmad, Nasa'i, Hakim dan Baihaqi dari Anas bin
   Malik).
   3. Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda "Sebaik-baik
   harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi." (Shahih riwayat Ahmad,
   Muslim, Abu Dawud, Nasa'i dari jalan Abu Said al Khudriy).
   4. Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda "Apabila salah seorang
   dari kamu (kaum wanita) menghadiri (sholat) 'Isya (di masjid) maka janganlah
   ia memakai wangi-wangian." (Shahih riwayat Muslim, Ahmad, Nasa'i dari jalan
   Zainab).
   5. Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda "Siapa saja perempuan
   yang memakai harum-haruman, maka janganlah ia menghadiri (sholat) 'Isya (di
   masjid) bersama kami." (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa'i
   dari Abu Hurairah).
   6. Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda " Apabila seorang
   perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari
   wangi-wangian sebagaimana ia mandi janabat." (Shahih riwayat Nasa'i dari Abu
   Hurairah).
   7. Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda "Siapa saja perempuan
   yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima
   sholatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian
   tersebut)." (Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah).
   8. Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda "Siapa saja perempuan
   yang memakai minyak wangi kemudian ia keluar, lalu ia melewati suatu kaum
   (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka dia itu adalah
   perempuan zina/tuna susila." (Hasan riwayat Ahmad, Nasa'i, Abu Dawud,
   Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Thahawi dari Abu Musa).

Keterangan :

   1. Hadits 1, 2, dan 3 dengan jelas telah mengatakan : sangat disukai-nya
   kita memakai harum-haruman/ wangi-wangian. Dan hukum ini bersifat umum,
   yakni terkena kepada kaum laki-laki dan wanita, karena di hadits itu tidak
   dibedakan sama sekali antara laki-laki dan wanita. Bahkan di hadits 1 itu
   ada larangan menolak pemberian harum-haruman. Sedangkan hadits ke-2
   menunjukan bahwa Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* amat menyukai
   wangi-wangian. Padahal telah kita maklumi dari firman Allah Ta'ala, bahwa
   Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam* menjadi suri tauladan (*uswatun
   hasanah) *bagi kaum muslimin dan muslimat. Sedangkan hadits ke-3
   menyatakan bahwa misk adalah harum-haruman yang paling baik untuk kita
   pakai. Demikian keterangan Nabi *shallallaahu 'alaihi wa sallam*.
   2. Hadits ke-4 & 5 itu menegaskan : haram hukumnya bagi kaum wanita
   keluar ke masjid untuk menghadiri sholat Isya' dengan memakai harum-haruman.
   Disebutnya lafaz Isya'disini tidak berarti menghadiri sholat-sholat lainnya
   diperbolehkan. Tidak sekali-kali demikian! Karena hadits ke-6 dan 7 bersifat
   umum mencakup seluruh macam sholat, baik shalat fardhu maupun sholat-sholat
   sunat (seperti shalat tarawih dan sholat hari raya). Disebutnya sholat Isya'
   di hadits ke-4 & 5 itu bisa jadi karena fitnahnya lebih besar karena sholat
   Isya' itu dikerjakan di waktu malam.
   3. Hadits ke-6 itu menunjukan : wajib hukumnya bagi kaum wanita yang
   hendak keluar masjid membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebagaimana
   halnya ia mandi janabat.
   4. Hadits ke-7 itu mengandung hukum : Siapa saja perempuan yang keluar ke
   masjid dengan memakai wangi-wangian, maka shalatnya tidak diterima oleh
   Allah Ta'ala. Demikianlah zahirnya sabda Nabi *Shallallaahu 'alaihi wa
   sallam*. Hendaklah hadits ini jadi perhatian betul-betul, karena telah
   kita saksikan umumnya kaum wanita di masa kita sekarang ini kalau mereka
   keluar ke tanah lapang untuk shalat hari raya mereka memakai wangi-wangian
   yang baunya tersebar ke mana-mana.
   5. Dari hadits 4, 5, 6, & 7 serta keterangan-keterangannya dapatlah
   dengan mudah kita ketahui : Kalau keluar ke tempat-tempat ibadah saja telah
   dilarang keras bagi kaum wanita memakai wangi-wangian, apalagi ke
   tempat-tempat lain seperti pergi ke pesta perkawinan dan lain-lain. Sudah
   barang tentu larangannya lebih keras lagi.
   6. Hadits ke-8 mengandung hukum : Kalau bagi kaum wanita telah dilarang
   keluar dengan memakai wangi-wangian meskipun bukan untuk pamer, tentu keluar
   dengan maksud pamer supaya orang-orang mencium baunya, lebih keras lagi
   larangannya. Dan perempuan yang demikian Nabi kita *Shallallaahu 'alaihi
   wa sallam *menamakannya sebagai perempuan zina.

 Kesimpulan :

   1. Perempuan *dibolehkan* bahkan *sangat disukai* memakai wangi-wangian *di
   dalam rumahnya* khususnya untuk suaminya (jika ada).
   2. Perempuan yang hendak keluar rumah, maka *wajib hukumnya* membersihkan
   dirinya dari wangi-wangian sebersih mungkin.
   3. *Haram hukumnya* bagi perempuan yang keluar rumah, baik keluar ke
   masjid apalagi ke tempat-tempat lain dengan memakai minyak
   wangi/harum-haruman/wangi-wangian.

[+/-] Selengkapnya...

SHILAH BIN ASY-YAM AL-‘ADAWI



Kisah ini sangat menarik sekali, sekaligus mengharukan. Betapa tidak? Bagaimana terkoleksi pada seorang tokoh dua sifat; seorang yang ahli ibadah tapi juga pemberani di medan perang. Ia menjadi rebutan para komandan pasukan Islam dalam peperangan mereka karena keberanian dan doanya. Ia bernasib mujur karena mendapatkan isteri yang ahli ibadah pula dan seorang putra yang pemberani. Kekhusyu’an shalatnya tidak terpengaruh oleh kedatangan singa yang hendak menerkamnya bahkan singa itu kemudian tunduk padanya…

“Shilah Bin Asy-yam al-‘Adawi menuntut ilmu dari sebagian besar sahabat dan mencontoh cara hidup halal dan akhlak mereka,” (Ucapan al-Ashbahaani)
Shilah ibn Asyam al-‘Adawi seorang ahli ibadah dari para ahli ibadah malam…seorang pejuang dari para pejuang siang.
Apabila kegelapan telah menutupkan tirainya ke alam semesta dan manusia terlelap dalam tidur…ia pun bangkit dan menyempurnakan wudlu, kemudian ia berdiri di mihrabnya dan masuk dalam shalatnya serta mendapatkan suka cita dengan Rabbnya.
Maka, bersinarlah cahaya ilahi dalam dirinya, menyinari bashirahnya ke penjuru dunia…memperlihatkannya akan ayat-ayat Allah di ufuk.
Disamping itu semua, ia adalah orang yang hobby membaca al-qur’an di waktu fajar.
Apabila sepertiga malam terakhir telah tiba, ia mencondongkan bengkaunnya kepada juz-juz al-qur’an…Mulailah (lidahnya) mentartil ayat-ayat Allah yang jelas dengan suara merdu dan suara tangisan.
Terkadang ia mendapatkan kelezatan al-qur’an yang menyentuh ke dalam hatinya dan mendapatkan ketakutan kepada Allah dengan akal jernihnya.
Pada sisi lain, ia merasakan al-qur’an berisi ancaman yang memecah hatinya…
Shilah ibn Asyam tidak pernah bosan dari ibadahnya ini sekalipun. Tidak ada bedanya apakah di rumahnya atau dalam perjalanan, di saat sibuk atau di saat waktu luangnya.
Ja’far ibn Zaid menghikayatkan, “Kami keluar bersama salah satu dari pasukan muslimin dalam sebuah perang ke kota “Kabul“ (ibukota Afghanistan, terletak dekat sungai Kabul) dengan harapan Allah akan memberikan kemenangan kepada kami. Dan adalah Shilah ibn Asyam berada di tengah pasukan.
Ketika malam telah menutupkan tirainya –dan kami berada di tengah perjalanan-, para pasukan menurunkan bekalnya dan menyantap makanannya lalu menunaikan shalat ‘Isya…
Mereka kemudian pergi menuju ke kendaraannya mencari kesempatan untuk istirahat di sisinya…
Maka, aku melihat Shilah ibn Asyam pergi menuju ke kendaraannya sebagaimana mereka pergi. Ia lalu meletakkan pinggangnya untuk tidur sebagaimana yang mereka lakukan.
Aku lantas berkata dalam hati, “Dimanakah yang orang-orang riwayatkan tentang shalatnya orang ini dan ibadahnya serta apa yang mereka sebarkan tentang shalat malamnya hingga kakinya bengkak?! Demi Allah, aku akan menunggunya malam ini hingga aku melihat apa yang dikerjakannya.”
Tidak lama setelah para prajurit terlelap dalam tidurnya…hingga aku melihatnya bangun dari tidurnya dan berjalan menjauh dari perkemahan, bersembunyi dengan gelapnya malam dan masuk ke dalam hutan yang lebat dengan pepohonannya yang tinggi dan rumput liar. Seakan-akan belum pernah dijamah sejak waktu yang lama.
Aku berjalan mengikutinya…
Sesampinya ia di tempat yang kosong, ia mencari arah kiblat dan menghadap kepadanya. Ia bertakbir untuk shalat dan ia tenggelam di dalamnya…aku melihatnya dari kejauhan. Aku melihatnya berwajah berseri…tenang anggota badannya dan tenang jiwanya. Seakan-akan ia menemukan seorang teman dalam kesepian, (menemukan) kedekatan dalam jauh dan cahaya yang menerangi dalam gelap.
Di saat dia demikian…tiba-tiba muncul kepada kami seekor singa dari sebelah timur hutan. Setelah aku merasa aku merasa yakin darinya, bahwa yang datang itu macan hatiku serasa copot saking takutnya. Aku lalu memanjat sebatang pohon yang tinggi untuk melindungiku dari ancamannya.
Singa tersebut terus saja mendekat kepada Shilah ibn Asyam, sedangkan ia tenggelam dalam shalatnya hingga jaraknya tinggal beberapa langkah saja darinya…Dan demi Allah ia tidak menoleh kepadanya…tidak mempedulikannya…
Tatkala ia sujud, aku berkata, “Sekarang (saatnya) ia akan menerkamnya.”
Ketika ia bangkit dari sujudnya dan duduk, singa itu berdiri di hadapannya seakan-akan memperhatikannya.
Ketika ia salam dari shalatnya, ia memengkaung kepada singa itu dengan tenang…dan menggerakkan kedua bibirnya dengan ucapan yang tidak aku dengar.
Dan tiba-tiba saja singa tersebut berpaling darinya dengan tenang, dan kembali ke tempat semula.
Di saat fajar telah terbit, ia bangkit untuk menunaikan shalat fardlu. Kemudian ia mulai memuji Allah AWJ dengan pujian-pujian yang aku belum pernah mendengar yang sepertinya sekalipun.
Ia kemudian berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar menyelamatkan aku dari neraka…Apakah seorang hamba yang berbuat salah seperti aku berani untuk memohon surga kepadaMu?!”
Ia terus saja mengulang-ulangnya hingga ia menangis dan membuatku ikut menangis.
Kemudian ia kembali ke pasukannya tanpa ada seorang pun yang tahu.
Nampak di mata orang-orang, seakan-akan ia baru bangun dari tidur di kasur. Sedangkan aku kembali dari mengikutinya, dan aku merasa (lelah dari) begadang malam…badan penat…dan ketakutan terhadap singa…dan apa-apa yang Allah Maha Tahu dengannya.
Di samping itu semua, Shilah ibn Asyam tidak pernah membiarkan satu kesempatan dari kesempatan-kesempatan mauidzah dan peringatan kecuali ia memanfaatkannya.
Dan metodhe dakwahnya adalah ia menyeru kepada jalan Rabbnya dengan hikmah dan mauidzah hasanah. Jiwa-jiwa yang lari ia condongkan (dekatkan)…hati-hati yang keras ia lemahkan (lunakkan).
Di antaranya, bahwa ia pernah keluar ke daratan di tanah Bashrah untuk khalwah (menyepi) dan beribadah…
Lalu sekelompok pemuda yang akan bersenang-senang melewatinya…
Mereka bermain-main…bersendau gurau dan bergembira…
Ia (Shilah) menyalami mereka dengan halus…
Dan dengan lembut ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian katakan tentang suatu kaum yang ber’azm untuk safar karena suatu urusan besar, hanya saja mereka di waktu siang berbelok dari jalan untuk berbuat sia-sia dan bermain-main….dan di waktu malam mereka tidur untuk istirahat. Maka kapankah kalian melihat mereka menyelesaikan perjalanannya dan sampai di tempat tujuan?!”
Dan ia terbiasa mengucapkan kalimat tersebut di saat itu dan pada saat yang lain…
Pada suatu ketika ia bertemu dengan mereka dan ia mengucapkan kata-katanya tersebut kepada mereka…
Maka, salah seorang pemuda dari mereka bangkit dan berkata, “Sesungguhnya dia –demi Allah- tidak memaksudkan perkataannya kepada siapapun selain kita. Kita di siang hari bermain-main….dan di malam hari tidur…”
Kemudian pemuda tersebut memisahkan diri dari teman-temannya dan mengikuti Shilah ibn Asyam sejak hari itu. Ia terus menemaninya hingga kematian menjemputnya.
Di antaranya pula, bahwa pada suatu siang ia pernah pergi bersama sekelompok sahabatnya kepada suatu tujuan. Lalu lewatlah di depan mereka seorang pemuda yang menakjubkan dan bagus penampilannya….
Pemuda tersebut memanjangkan kain celananya hingga ia menyeretnya di tanah seperti orang sombong…
Para sahabatanya lalu bermaksud (melakukan tindakan) terhadap pemuda tersebut, mereka ingin mencemoohnya dengan perkataan dan memukulnya dengan keras…
Maka Shilah berkata kepada mereka, “Biarkan aku, yang akan menyelesaikan urusannya.”
Ia mendekati pemuda tersebut dan berkata dengan kelembutan seorang ayah yang penuh sayang…dan bahasa seorang sahabat yang jujur, “Wahai anak saudaraku, sesungguhnya aku punya hajat kepadamu.”
Pemuda itu berhenti, dan berkata, “Apa itu wahai paman?”
Ia berkata, “Hendaklah kamu mengangkat kainmu, sesungguhnya yang demikian itu lebih suci untuk pakaianmu…lebih bertakwa kepada Rabbmu…dan lebih dekat dengan sunnah Nabimu.”
Dengan rasa malu pemuda itu berkata, “Ya, dengan senang hati…”
Kemudian ia segera mengangkat kainnya.
Shilah berkata kepada sahabatnya, “Sesungguhnya yang seperti ini lebih baik daripada apa yang kalian inginkan…kalau seengkauinya kalian memukulnya dan mencemoohnya niscaya ia akan memukul dan mencemooh kalian…dan tetap membiarkan kainnya menjulur menyapu tanah.”
Pada suatu kali seorang pemuda dari Bashrah mendatangainya dan berkata, “Wahai Abu ash-Shahbaa, ajari aku apa-apa yang telah Allah ajarkan kepadamu.”
Maka Shilah tersenyum dan berseri wajahnya, dan ia berkata, “Sungguh kamu telah mengingatkan aku -wahai anak saudaraku- tentang kenangan lama yang tidak aku lupakan…dimana pada saat itu aku seorang pemuda sepertimu…Aku mendatangi orang yang tersisa dari sahabat Rasulullah SAW, dan aku berkata kepada mereka, “Ajarilah aku apa-apa yang telah Allah ajarkan kepada kalian.” Mereka berkata, “Jadikanlah al-Qur’an sebagai penjaga jiwamu dan kebun hatimu. Dengarkan nasehatnya dan nasehatilah kaum muslimin dengannya. Perbanyaklah berdoa kepada Allah AWJ semampumu.”
Anak muda itu berkata, “Berdoalah untukku, semoga engkau dibalasi dengan kebaikan.”
Ia menjawab, “Semoga Allah menjadikanmu senang (antusias) untuk memperoleh yang kekal (akhirat)…dan menjadikanmu zuhud terhadap yang fana (dunia)…dan menganugrahkan keyakinan kepadamu yang mana jiwa menjadi tenang kepadanya, dan dibutuhkan kepadanya dalam agama.”
Shilah memiliki seorang misan perempuan bernama “Mu’âdzah Al-‘Adawiyah.”..Dia adalah seorang tabi’in sepertinya…di mana ia pernah bertemu dengan ummul mukminin ‘Aisyah RA dan mengambil ilmu darinya.
Kemudian al-Hasan al-Bashri –semoga Allah mengharumkan ruhnya- berjumpa dengannya dan mengambil (ilmu) darinya.
Ia seorang wanita yang bertakwa dan suci…taat ibadah dan zuhud.
Di antara kebiasaannya adalah apabila malam tiba, ia berkata, “Bisa jadi ini adalah malam terakhir bagiku, maka janganlah kamu tidur hingga pagi….” Dan apabila siang tiba, ia berkata, “Mungkin ini adalah hari terakhir bagiku, maka janganlah pinggang ini merasa tenang hingga sore.”
Di musim dingin, ia mengenakan pakaian yang tipis sehingga rasa dingin menghalanginya untuk condong kepada tidur dan berhenti dari ibadah.
Ia menghidupkan malamnya dengan shalat dan banyak beribadah.
Apabila rasa kantuk mengalahkannya ia berjalan berputar-putar di rumahnya dan berkata, “Wahai jiwa, di depanmu ada tidur panjang…besok kamu akan tidur panjang di kuburan…entah di atas penyesalan atau di atas kesenangan. Maka pilihlah untuk dirimu wahai Mu’aadzah pada hari ini apa yang kamu sukai agar kamu besok menjadi apa.”
Shilah ibn Asyam walaupun begitu kuat dalam beribadah dan begitu tinggi zuhudnya tidaklah ia membenci sunnah Nabinya SAW (dalam hal menikah), ia lalu meminang anak perempuan pamannya (misannya) “Mu’aadzah” untuk dirinya.
Ketika hari disandingkannya ia kepada Shilah, keponakan laki-lakinya mengurusinya dan membawanya ke kamar mandi kemudian memasukkannya menemui istrinya di rumah yang diberi wewangian…
Setelah keduanya bersama-sama, ia berdiri shalat dua rakaat sunnah, ia (istrinya) berdiri shalat dengan shalatnya dan mengikutinya.
Kemudian sihir shalat menarik keduanya hingga keduanya berlanjut shalat bersama hingga fajar menjadi terang.
Di pagi harinya, keponakannya datang menemuinya dan berkata, “Wahai paman, anak perempuan pamanmu telah disandingkan kepadamu, lalu kamu berdiri shalat sepanjang malam dan kamu meninggalkannya.”
Ia menjawab, “Wahai anak saudaraku…sesungguhnya kemarin kamu telah memasukkan aku ke sebuah rumah yang dengannya kamu telah mengingatkan aku kepada neraka…kemudian kamu memasukan aku ke tempat lain yang dengannya kamu mengingatkan aku kepada surga…Pikiranku terus saja memikirkan keduanya hingga pagi.”
Anak muda itu berkata, “Apa itu wahai paman?!”
Ia menjawab, “Sungguh kamu telah memasukkan aku ke kamar mandi, maka hawa panasnya telah mengingatkan aku akan panas neraka…kemudin kamu memasukkan aku ke rumah pengantin, sehingga bau harumnya mengingatkan aku kepada wangi surga…”
Shilah ibn Asyam bukan hanya orang yang banyak khasyah kepada Allah dan banyak bertaubat, ahli ibadah dan zuhud semata. Disamping itu ia adalah seorang penunggang kuda (prajurit) yang kuat dan pahlawan yang berjihad.
Sedikit sekali medan pertempuran yang mengenal seorang pemberani yang lebih kuat darinya…lebih kuat jiwanya…dan lebih tajam tebasan pedangnya. Sehingga para panglima muslimin berlomba-lomba untuk menariknya kepada (pasukan) mereka.
Setiap dari mereka ingin memperoleh kemenangan dengan keberadaannya di perkemahannya, agar dengan karunia keberaniannya ia memetik kemenangan besar yang dicita-citakan.
Ja’far ibn Zaid meriwayatkan, ia menuturkan, “Kami keluar dalam suatu peperangan. Dan bersama kami ada Shilah ibn Asyam dan Hisyam ibn ‘Aamir…Ketika kami telah bertemu musuh, Shilah dan sahabatnya melesat dari barisan kaum muslimin dan keduanya menerobos kumpulan musuh, menusuk dengan tombak dan membabat dengan pedang, sehingga keduanya memberi pengaruh yang besar terhadap front depan pasukan. Maka sebagian panglima musuh berkata kepada sebagian yang lain, “Dua orang tentara muslimin telah menurunkan (menimpakan) kepada kita hal seperti ini, bagaimana jadinya apabila mereka seluruhnya memerangi kita? Tunduklah kalian kepada hukum muslimin dan tunduklah dengan taat kepada mereka.”
Pada tahun 76 H, Shilah ibn Asyam keluar dalam sebuah peperangan bersama pasukan muslimin menuju negeri Maa waraaun nahri* dan ia ditemani oleh anaknya.
Ketika kedua pasukan saling berhadapan, dan perang semakin berkecamuk. Berkatalah Shilah kepada anaknya, “Wahai anakku…majulah dan perangilah musuh-musuh Allah sehingga jika kamu syahid, aku akan mengharap pahalanya dari Allah Dzat yang tidak akan pernah hilang titipan-titipan di sisi-Nya.”
Pemuda tersebut melesat memerangi musuh layaknya anak panah yang melesat dari busurnya, ia terus saja bertempur hingga jatuh tersungkur syahid.
Tidak berlangsung lama, sehingga ayahnya pergi mengikutinya. Ia terus berjihad sehingga mati syahid di sampingnya.
Ketika berita kematian keduanya sampai ke Bashrah, para wanita segera menemui “Mu’aadzah al-Adawiyah” untuk menghiburnya. Ia lalu berkata kepada mereka, “Apabila kalian datang untuk mengucapkan selamat kepadaku, maka selamat datang atas kalian…namun apabila kalian datang untuk hal lain, maka kembalilah dan semoga kalian dibalasi dengan kebaikan…”
Semoga Allah menjadikan wajah-wajah yang mulia ini berseri…
Dan semoga Allah membalasinya dengan kebaikan atas Islam dan Muslimin.
Sejarah manusia tidak mengenal yang lebih bertakwa dan lebih suci darinya.
CATATAN KAKI:
* Negeri Maa Waraun Nahri adalah negeri-negeri yang saat ini terletak di Turkistan yang di jajah oleh Rusia dan menghitungnya bagian dari negerinya
RUJUKAN:
Sebagai tambahan tentang Shilah bin Asy-yam, lihat:
1. Ath-Thabaqatul Kubra oleh Ibn Sa’d: 7/134
2. At-Tarikhul Kabir: 4/321
3. Al-Kuna: 2/13
4. Al-Jarh wat Ta’diil: 4/447
5. Hilyatul Auliyaa: 2/237
6. Usdul Ghaabah: 4/34
7. Tarikhul Islam: 3/19
8. Al-Bidayah wan Nihayah: 9/15
9. Al-Ishabah: 2/200
10. Thabaqat Khalifah dan Shifatush Shafwah oleh Ibnul Jauzi

Diambil dari www.alsofwah.or.id

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 22 Februari 2010

EA Umumkan Dragon Age 2 dan The Sims 3 Untuk PS 3, Xbox 360 & Wii

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Beberapa waktu yang lalu, Electronic Arts memang sempat disibukkan dengan penerbitan beragam video game profil tinggi terbarunya. Dan pada kuartal terakhir tahun 2010, kabarnya akan segera hadir game The Sims 3 yang akan ditujukan pada perangkat konsol seperti PS3, Xbox 360, dan Nintendo Wii. Selain itu, EA juga akan mengeluarkan game Dragon Age 2 yang ditujukan bagi PC, konsol dan perangkat portabel, pada kuartal pertama tahun 2011 mendatang.
Game The Sims 3 termasuk salah satu video game terlaris pada PC di tahun 2009 yang lalu. Karena sangat populernya, praktis membuatnya kini beralih ke game konsol yang notaben akan menarik lebih banyak konsumen. Permasalahannya sendiri terletak pada cara menerjemahkan kontrol-kontrol kompleks pada sebuah game PC dengan sejumlah keterbatasan input yang ada pada game controller. Sistem penunjuk Nintendo Wii kemungkinan paling sesuai untuk konsol The Sims 3 ini.
Sementara itu, game Dragon Age 2 yang akan hadir cukup mengejutkan di sini. Sekuel yang tepat dengan engine yang telah diperbaiki dan alur cerita, yang menghubungkan dengan yang ada pada Warden yang berasal dari iterasi pertamanya dan kemungkinan akan sedikit lebih lama untuk berkembang sehingga Electronic Art diharapkan mulai menawarkan lebih rinci sebagai pendekatannya dan bahkan mendorongnya kembali beberapa bulan.
Pengumuman EA juga mereferensikan sebuah proyek penembak dari Epic Games yang pada awalnya disebutkan kembali pada 2008, dan yang tidak pernah rinci. Rupanya lebih banyak kabar mengenai hal itu yang akan bermunculan pada tahun 2010 ini juga. Hm, Kita lihat saja nanti !

link
http://www.beritateknologi.com/ea-umumkan-dragon-age-2-dan-the-sims-3-untuk-konsol-game-ps3-xbox-360-wii/

[+/-] Selengkapnya...

Keris Berbentuk Daun Gelombang Cinta Makin Populer

In Berbudaya, Kreatif on August 10, 2008 at 2:40 pm

Keris berbentuk daun anturium? Ya, Gelombang Cinta. Mumpung sedang ngetren orang menanam tumbuhan yang diburu keunikan bentuk daunnya ini, Ki Sukamdi pun membuat keris Gelombang Cinta.

Sebenarnya Ki Sukamdi—seorang pembuat keris yang tinggal di Desa Jetis, Banyuagung, Nusukan Solo—mula pertama punya inisiatif membuat keris ber”dapur” (dapur–istilah khas kalangan perkerisan untuk menyebut bentuk atau model keris) ”Gelombang Cinta” karena kejengkelan.

Sekitar setahun silam, Sukamdi mengaku ikut-ikutan tergerak membeli dua pot tanaman anturium dari jenis gelombang cinta yang sudah bertongkol, seharga Rp 12 juta. Seperti halnya orang lain di berbagai kota di Jawa belakangan ini, Sukamdi terbuai mimpi: ”tanaman ini laku jutaan, apalagi jika tongkolnya sudah menghasilkan ribuan anak-tanaman, bisa menghasilkan uang….”

”Enggak tahunya, seminggu setelah saya membeli, ’gelombang cinta’ sudah tidak musim lagi. Sudah terlalu banyak orang yang memilikinya. Dikasihkan orang pun tak banyak yang mau ambil,” ujar Ki Sukamdi. Perasaan ”kejeglong” (terperosok, Jawa) ini ternyata justru membuahkan kreativitas kepada Ki Sukamdi yang di kalangan para penggemar keris di Jawa sudah dikenal luas namanya karena garapan bilah kerisnya indah.

Sukamdi pun kemudian membentuk keris—di bengkel keris sederhana di halaman depan rumahnya (tak selengkap ”besalen” atau tempat empu membuat keris dengan tungku pijar dan arang kayu jati). Sebuah keris, yang meniru daun anturium gelombang cinta, lengkap dengan bentuk tulang-tulang daun serta lekuk-lekuk pinggir daunnya. Hanya saja, detail di bawah pangkal daun dibuat benar-benar detail pangkal keris, lengkap dengan gelung yang disebut sebagai ”sekar kacang” maupun ”ganja” (dasar bilah, yang biasanya dibuat terpisah dari bilah)-nya.

Dalam waktu singkat, keris Gelombang Cinta Ki Sukamdi pun ”disambar” orang. Setidaknya sudah tiga keris Gelombang Cinta—yang sungguh-sungguh berkualitas garap keris—terbang ke tangan kolektor. Harganya? Berkali lipat jika dibandingkan dengan jumlah uang yang ia keluarkan untuk membeli dua pot gelombang cinta—yang akhirnya malah hanya ia onggokkan di halaman depannya, tanpa takut dicuri orang.

”Tanaman (gelombang cinta) sudah menghasilkan ribuan tumbuhan, tapi tidak ada yang laku, hanya saya bagi-bagikan cuma-cuma kepada tetangga,” ujar Ki Sukamdi.

Geram korupsi

Tak hanya demam anturium yang menggerakkan Ki Sukamdi mencipta ”dapur” baru keris-keris buatannya. Belakangan ia kini juga tengah menggarap sebuah mata tombak yang nantinya ia akan sebut sebagai ”Kiai Kopek”. (Jangan disalahmengertikan dengan keris pusaka Keraton Yogyakarta, Kanjeng Kiai Kopek). Akan tetapi, menurut Ki Sukamdi, Kiai Kopek bikinannya adalah kepanjangan dari ”Komisi Pemberantasan Korupsi”.

Bentuknya? ”Wah, bisa-bisa penguasa nanti marah. Soalnya, selain lambang partai di ujung tombak, di bawah lambang ada tikusnya…,” kata Ki Sukamdi. Benar, menurut gambar sketsanya, lambang partai itu ”dijunjung” dua tikus kembar dalam posisi bertolak-belakang, tetapi anehnya buntut tikus itu jadi satu (cuma satu).

Ki Sukamdi geram, ternyata saat ini para koruptor—yang dilambangkan dengan tikus itu—saling berkait satu-sama lain. Andai yang satu ditarik, tikus yang kembarannya akan ikut tertarik pula lantaran ekornya hanya satu. Jadi, tikus itu harus selalu berjalan bareng. Salah-salah bisa adu tarik-menarik buntut. Kasihan tikus koruptor itu….

Jika dulu masyarakat Jawa banyak memaknai hidup mereka dalam berbagai simbol—termasuk dalam mewujudkan karya-karya seni tradisi, di antaranya keris, Jawa masa kini—setidaknya Ki Sukamdi—juga perlu mengekspresikan keseharian, kenyataan yang dialami dan dilihat, dalam bentuk simbol-simbol baru.

”Saya pun yakin, dulu leluhur kita membikin keris berdapur Nagasasra (keris berlekuk, dengan bentuk naga bermahkota di bilahnya) juga mempunyai maksud sesuai zamannya,” kata Ki Sukamdi. Kenapa keris ”naga” atau ”singa barong”, tentu bukan hanya simbol tanpa makna.

Bukan hanya sekali dua kali ini Ki Sukamdi menciptakan ”dapur baru” kerisnya. Sebelum ini, di kalangan perkerisan di Jawa, Ki Sukamdi juga pernah dikenal menciptakan dapur (model) keris Peksi Dewata. Ia memodifikasi bentuk keris lama Majapahitan, Megantara (keris kombinasi lekuk dan lurus—luk (lekuk) tujuh, tetapi ujungnya lurus) dengan imbuhan dua burung (peksi) berjambul, berparuh indah di ujung ”gandhik” (bagian depan pangkal bilah), serta di belakang ”wadidang” (bagian belakang pangkal bilah).

Atau, baru-baru ini ia juga membuat ”dapur kamardikan”, berupa keris bermata dua, tetapi hanya satu pangkal bilah. Yang satu mata keris lurus (melambangkan angka satu), yang satu bilahnya lagi berlekuk tujuh. ”Tujuh belas Agustus, Kamardikan,” ujar Ki Sukamdi. (Keris ini akan dipamerkan dalam kesempatan Pameran Keris Kamardikan di Bentara Budaya 12-16 Agustus mendatang).

Meski bentuknya aneh dan baru, keris bermata dua bernama Kamardikan ciptaan Ki Sukamdi itu tetap memakai sarung keris normal, jenis warangka ”sandang walikat” (warangka informal, bukan jenis resmi ladrang dan bukan pula bentuk sehari-hari gayaman).

Pamor ”poleng”

Keris memang merupakan salah satu bentuk seni kriya, tradisi di Nusantara. Akan tetapi, dalam perjalanan tradisi itu bukan tanpa disertai kemunculan hal-hal yang baru. Pada tahun 1980-an, misalnya. Pembuat keris lainnya dari Solo, Empu Pauzan Pusposukadgo, juga pernah melakukan hal baru yang memancing perhatian kalangan perkerisan pada masa itu.

Empu yang mengaku ”otodidak” (ia berhenti dari profesinya pengemudi bus malam, bus antar kota dan kemudian menekuni profesi sebagai pembuat keris, meski kini ia sudah pensiun bikin keris) yang tinggal di Yosoroto, Solo, ini pernah membuat ”pamor baru”, yang dinamai pamor ”poleng wengkon”. Pamor adalah motif yang muncul di bilah, akibat lipatan besi yang berbeda, biasanya logam putih dan hitam.

Tentunya tak mudah bagi empu yang mendapat gelar resmi dari keraton Surakarta ini untuk mewujudkan guratan-guratan pamor dalam tempaan bilah, yang terdiri atas garis vertikal dan horizontal.

”Pamor itu didesain seorang pelaut Jerman yang mencintai keris Indonesia, Dietrich Drescher, dan saya diminta membikinnya,” kata Pauzan, yang pernah mendapat jabatan dari Raja Paku Buwono XII sebagai ”mantri pande” (menteri pandai keris) Keraton Surakarta ini pula.

Oleh sesepuh perkerisan Keraton Surakarta, KRT Hardjonagoro (kini Panembahan) waktu itu, karya empu Pauzan berupa keris berdapur ”betok-gumbeng” (keris lurus, berbilah lebar) dengan pamor ”poleng wengkon” itu diserahkan kepada ketua panitia pembangunan kembali Keraton Solo yang terbakar, Menko Surono, waktu itu. Keris itu kemudian diberi nama Kiai Surengkaryo….

Setidaknya Empu Pauzan sudah mengerjakan tujuh pesanan keris dengan pamor ”poleng” seperti itu, di antaranya dipesan oleh seorang warga Amerika Serikat, William Koh. Juga tentunya sejumlah kolektor dari Jakarta .

Pauzan juga pernah menciptakan pamor (guratan-guratan di bilah, hasil dari lipatan tempa dari jenis logam berbeda, sehingga menghasilkan guratan motif-motif indah) yang ia namakan ”pamor kalpataru”. ”Saya memang mencoba meniru gurat-gurat pohon kalpataru,” kata Pauzan, yang dijumpai di rumahnya pada Selasa lalu.

Pauzan kini memang tidak memproduksi keris lagi. Ia mengaku ikut ”lengser” dari membuat keris setelah ”lengsernya” penguasa Orde Baru, Soeharto, menjelang tahun 2000. Maksud Pauzan, setelah Soeharto lengser, pesanan-pesanan dari para pejabat pun berhenti.

”Apalagi, sekarang sudah banyak pembuat keris muda, ada Subandi (Empu Subandi Supaningrat), Yanto, Yantono, Daliman, dan lain-lain. Di samping pula, tempaan pembuat-pembuat keris di Madura kini semakin maju pesat,” ujar Pauzan, yang kini pilih menekuni jualan barang-barang antik di kawasan Pasar Triwindu, Pasar Pon, Solo.

Sempat mati suri

Setelah sempat mengalami ”mati suri” semenjak zaman pendudukan Jepang, dunia pembuatan keris—sebuah tradisi asli negeri ini—belakangan ini kembali bangkit. Berbagai kalangan anak muda, mahasiswa seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) di Surakarta, mulai menekuni seni pembuatan keris.

Di Solo, saat ini setidaknya terdapat empat besalen (tempat pembuatan keris, lengkap dengan tungku perapian untuk tempa). Selain di Kampus ISI di Kenthingan, juga ada besalen-besalen pribadi milik empu-empu muda, semacam KRT Subandi Supaningrat, Yanto, dan Yantono. Selain mengerjakan keris-keris untuk pesanan lokal, mereka juga sesekali melayani pesanan dari mancanegara (Australia, Belanda, dan Amerika).

Meningkatnya minat terhadap pembikinan keris ini terutama terpacu setelah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memproklamasikan pernyataan bahwa keris merupakan ”warisan budaya lisan dan tak benda karya kemanusiaan dari Indonesia” (oral and intangible heritage of humanity).

Keris, seperti halnya teater tradisional Jepang Kabuki dan musik terkenal asal Brasil Samba, diakui dunia sebagai mahakarya warisan kemanusiaan yang sampai kini masih hidup dan dihayati di Indonesia. UNESCO mengumumkan pengakuannya ini di markasnya di Paris, Perancis, 25 November 2005.

”Tradisi keris masih berlanjut di Indonesia. Berbeda dengan budaya samurai di Jepang, yang kini sebenarnya sudah mati,” kata Direktur Jenderal UNESCO Koichiro Matsuura dalam jumpa pers dengan wartawan-wartawan Indonesia di Jakarta akhir Desember 2005.

Selain dinilai masih berakar dari tradisi budaya dan sejarah masyarakat Indonesia, keris sampai saat ini memang masih berperan sebagai jati diri bangsa, sumber inspirasi budaya, dan masih menduduki posisi peran sosial di negeri ini. (Dua tahun sebelum itu, tahun 2003, UNESCO juga memproklamasikan wayang sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia).

Meski demikian, dunia perkerisan (pembikinan keris) di Indonesia sempat mengalami masa ”mati suri”. Budaya masih berlanjut, tetapi tiada empu pembuat keris yang melakukan kegiatan tradisi nenek moyang itu. Praktis mati, semenjak pendudukan Jepang tahun 1942 sampai sekitar tahun 1975.

Sekitar tahun 1975 itu, Dietrich Drescher—yang mencintai keris—mendorong semangat Ki Yosopangarso di Godean, Yogyakarta, untuk kembali menempa keris. Ki Yoso sempat bingung lantaran ayahnya, empu keris Ki Supowinangun yang sudah mendahuluinya, tidak sempat mewariskan pengetahuan turun-temurun itu kepadanya. (Supowinangun adalah turunan dari empu-empu Majapahit).

Dietrich Drescher membangun besalen di Desa Jitar untuk Ki Yosopangarso, dibantu adik-adik Ki Yoso, yakni Genyodiharjo, Wignyosukoyo, dan Djenoharumbrojo. Kembalinya Ki Yoso menjadi pembuat keris dipandang sebagai tonggak baru dalam sejarah perkerisan Indonesia, khususnya di Jawa.

Apalagi, ternyata Dietrich Drescher yang bulan lalu mampir ke Jakarta ini juga membangkitkan keturunan ”pande” (pembuat keris) di Bali, seperti yang terjadi di Klungkung. Setelah ayahnya dibiayai Dietrich Drescher, Ktut Mudra pun meninggalkan profesinya sebagai ahli perhiasan emas, kini menjadi pembuat keris seperti dulu ayahnya.

Dietrich Drescher juga membimbing dan mengarahkan empu otodidak, Pauzan Pusposukadgo, dalam hal metode pembuatan pamor baru (pamor poleng wengkon, salah satunya), dengan desain-desainnya. Belakangan ini juga melakukan serangkaian eksperimen menyangkut pasir besi dari berbagai lokasi di pantai selatan Jawa, yang diduga dulu menjadi salah satu sumber logam untuk pembikinan keris-keris Jawa.

”Pasir-pasir penelitian dikumpulkan dari Cilacap, Kutoarjo, dan tempat lain, serta diolah di besalen saya untuk dijadikan lempeng logam penelitian,” kata Empu Subandi, yang ditemui di besalennya, di Palur, Solo, Rabu lalu. Dietrich Drescher mengumpulkan pasir-pasir laut selatan dengan mempergunakan magnet, lalu pasir-pasir besi itu dilebur di tungku besalen Subandi. Jadilah lempeng-lempeng logam—yang di antaranya sudah ada yang dimanfaatkan untuk pembuatan bahan pamor keris. Sebuah eksperimen yang tentunya berguna untuk pengembangan pengetahuan keris di Jawa pada masa mendatang.

Dietrich Drescher sendiri, di Jerman, mendorong seorang akademisi yang juga kurator museum, Achim Weihrauch, untuk menyusun disertasi akademis tentang keris. Dalam suatu kesempatan kedatangannya ke Jakarta beberapa tahun silam, Achim bahkan mengungkapkan niatnya untuk membuat katalog keris-keris Indonesia yang disimpan di berbagai museum dunia….

Nah, budaya keris yang sempat mati suri ini hidup lagi.


( Sumber : Seputar Indonesia )

[+/-] Selengkapnya...

Angka Kematian Ibu Di Asia Tenggara Paling Tinggi Di Dunia

In Indonesia Sehat on September 11, 2008 at 7:01 pm

Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menteri kesehatan negara-negara Asia Tenggara yang bertemu di New Delhi, India, pada 8-11 September 2008, melakukan pembahasan khusus tentang angka kematian ibu di kawasan Asia Tenggara yang tergolong masih tinggi.

Siaran pers dari kantor perwakilan WHO Jakarta yang diterima ANTARA, Kamis, menyebutkan kematian ibu di kawasan Asia Tenggara menyumbang hampir sepertiga jumlah kematian ibu dan anak global.

WHO memperkirakan, sebanyak 37 juta kelahiran terjadi di kawasan Asia Tenggara setiap tahun, sementara total kematian ibu dan bayi baru lahir di kawasan ini diperkirakan berturut-turut 170 ribu dan 1,3 juta per tahun.

Sebanyak 98 persen dari seluruh kematian ibu dan anak di kawasan ini terjadi di India, Bangladesh, Indonesia , Nepal dan Myanmar.

Dalam hal ini, hampir semua negara anggota telah berupaya menurunkan kematian ibu dan anak dengan meningkatkan penyediaan pelayanan kelahiran oleh tenaga kesehatan trampil.

Namun demikian, semua negara masih harus bekerja keras untuk mewujudkan akses universal pelayanan persalinan berkualitas oleh tenaga kesehatan trampil supaya bisa mencapai target Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs), menurunkan separuh angka kematian ibu dan anak tahun 1990 menjadi pada 2015.

Selain menyoroti masalah kematian ibu dan anak, pertemuan itu juga membahas soal penanganan epidemi infeksi virus dan sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS) yang juga terus menyebabkan kematian di Asia Tenggara.

Dengan sekitar 3,6 juta orang dengan HIV/AIDS dan 260 ribu kasus baru setiap tahun, kawasan ini merupakan kawasan dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia.

Penularan infeksi virus tersebut juga masih terus berlanjut dan utamanya ditularkan melalui hubungan seks antara pekerja seks komersial dengan kliennya, penggunaan narkoba dengan jarum suntik dan hubungan sesama jenis.

Direktur WHO Regional Asia Tenggara Dr. Samlee Plianbangchang mengatakan, guna mengatasi masalah itu kini negara-negara di kawasan Asia Tenggara sudah meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan.

Namun demikian, katanya, masih ada kesenjangan berupa cakupan pelayanan yang rendah, alokasi anggaran kesehatan yang rendah serta kurang optimalnya koordinasi dan penggunaan dana yang ada dari para donor.

Oleh karena itu, katanya, WHO memromosikan pendekatan kesehatan masyarakat untuk memerangi HIV/AIDS yakni melalui pendefinisian masalah, identifikasi metode penanganan yang tepat, intensifikasi intervensi yang dinilai efektif serta melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap dampak intervensi beserta pembiayaannya.

( Sumber : Seputar Indonesia )

[+/-] Selengkapnya...

Penjabaran Speedy

Merupakan adalah layanan internet (internet service) berkecepatan tinggi dari PT.TELKOM, berbasis teknologi akses Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL). ASD
Penulis sudah berupaya keras atas tersusunya karya tulis ini, dan masih jauh dari sempurna karena kekurangan dan keterbatasan ilmu yang dimiliki, namun diharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak untuk menjadikan laporan yang lebih baik lagi dan diharapkan karya tulis ini ada manfaatnya.
Akhirnya penulis berharap dengan rendah hati, semoga laporan ini dapat bermanfaay bagi penulis khususnya dan pihak lain pada umumnya.
Pada kesempatan kali ini saya mau ngebahas Speedy, mungkin para jajaran telkom sudah tidak asing lagi, bahwa kualitas speedy tak perlu di pertanyakan lagi donk....
Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter, yang berarti “antara”. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. Memang itulah fungsinya, INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX), INTERNET mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan “bahasa” yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi INTERNET.
Dengan demikian, definisi INTERNET ialah “jaringannya jaringan”, dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputernya. Pada tahun 2007, telkom mengeluarkan produk baru yaitu SPEEDY, speedy adalah nama produk Layanan Internet Access End to End dari PT TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sd BRAS (Broadband Remote Access Server).
Sekarang internet yang begitu pesat, banyak menjamur ya perusahaaan telekomunikasi yang pada tahun 2008 poerusahaan telekomunikasi menciptakan hal yang serupa seperti contohnya Indosat M2 dari Indosat Tbk NTERNET memiliki 3 keuntungan :
  • Memberi kesempatan INTERNET menggunakan jalur komunikasi yang sama untuk pemakai yang berbeda pada saat yang sama. Karena paket-paket data tidak perlu dikirimkan bersama-sama, jalur komunikasi dapat membawa segala tipe paket data sementara mereka dikirimkan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Sebagai contoh, bayangkan sebuah jalan raya di mana mobil bergerak sepanjang jalan yang sama walaupun mereka menuju ke tempat-tempat yangberbeda-beda.
  • Memberi INTERNET fleksibilitas. Sementara paket-paket data bergerak, mereka bergerak dari satu host ke host lain sampai mencapai tujuan akhir. Jika sebuah jalur komunikasi tidak berfungsi, sistem yang mengontrol aliran data dapat menggunakan jalur alternatif. Maka, paket-paket data dapat bergerak melalui jalur-jalur yang berbeda-beda.
Meningkatkan kecepatan transmisi data. Sebagai contoh, jika terjadi kesalahan, TCP meminta host asal mengirm kembali hanya paket-paket data yang mengandung kesalahan, bukan semua paket data. Ini berarti meningkatkan kecepatan transmisi data. Tujuan TELKOM menciptakan Speedy untuk dinakmati oleh konsumen meliputi :
  • High Speed Internet.Akses LAN akses (Teleworking, SOHO)
  • Belajar jarak jauh (Distance Learning)
  • Video Conference, Broadcast TV.
  • Home Shopping, Video On Demand
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah perangkat aktif di jaringan akses pelanggan yang dipergunakan untuk mendukung implementasi layanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair kabel tembaga.
Semakin berkembangnya kemajuan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini, apalagi menghadapi pasar bebas, banyak kompetitor yang bergerak dibidang Telekomunikasi, kualitas barang dan jasa terhadap konsumen harus ditata dengan matang dan serius pada setiap perusahaan. Dalam bidang pemasaran pengembangan produk pada dasarnya bersifat Intangible (yang tidak tertangkap oleh panca indera) Dan membuat menjadi produk Tangible. Suatu produk atau jasa harus memilki daya saing agar menarik pelanggan dikutip dari (Harry A.P Sitaniapessy , 2009:1), (Porter , 1994) sebab bisnis tidak dapat berlangsung tanpa adanya pelanggan. Agar dapat bersaing kita harus bisa mengetahui akan kebutuhan konsumen. Perusahaan dituntut untuk dapat bertahan dan bersaing didunia bisnisnya. Salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan agar mampu bersaing adalah dengan menerapkan suatu penempatan antara produk yang paling penting dari pelayanan suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Dengan melakukan penempatan kualitas pelayanan yang bersifat jasa, suatu pelayanan yang baik akan membentuk citra perusahaan di benak konsumen.
Masalah kualitas dalam era globalisasi tidak terlepas dari kepuasaan konsumen itu sendiri. Kualitas mendorong konsumen untuk menjalin hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang ikatan seperti itu memungkinkan perusahaan untuk memahami harapan serta kebutuhan konsumennya kepuasan konsumen. Pengalaman menyenangkan dari pelayanan jasa yang diberikan oleh suatu perusahaan akan selalu diingat oleh konsumen, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan loyalitas kepada konsumen. Dalam pelayanan, dengan adanya persaingan antar perusahaan telekomunikasi, diperlukan berbagai macam strategi untuk tetap bertahan dalam pasar dan menjaring minat konsumen. Sebaliknya sebelum menempuh untuk melayani konsumen adanya produk itu sendiri.
PT.. TELKOM adalah salah satu perusahaan nasional yang sudah terjun ke masyarakat luas dan bernaung di bawah departemen perhubungan. PT. Telkom sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa Telekomunikasi, yang mempunyai misi “ Berorientasi pada kepuasaan pelanggan, karyawan, dan lingkungan perusahaan “. Serta mempunyai Visi To Become a Dominant InfoCom Player in The Regionyaitu Perusahaan bertarap Internasional dalam telekomumunikasi informasi serta menjadi leader di Indonesia dengan layanan berskala global. Hal ini ditujukan agar para pengguna jasa mendapatkan kelancaran dalam melakukan hubungan komunikasi dengan menggunakan teknologi modern.
Keuntungan Speddy meliputi :
  • Layanan Hi-Speedy Internet, pelanggan hanya perlu menghubungi TELKOM.
  • Saluran telepon dapat dipergunakan untuk pembicaraan telepon dan akses internet pada waktu bersamaan.
  • Koneksi ke internet lebih cepat dibanding menggunakan modem analog.
  • Koneksi ke Internet dapat dilakukan setiap saat (on).
  • Setiap hubungan sifatnya dedicated conection.
  • Koneksi memiliki sifat Highly Reliability dan Highly secure (keandalan dan kerahasiaan tinggi).
  • Tidak seperti kabel modem, ADSL memberikan dedicated line ke Internet.
  • Layanan total solusi oleh TELKOM (saluran akses dan kebutuhan akses internetnya disediakan oleh TELKOM).
  • One Bill Collection (penagihan dilakukan melalui rekening tagihan telepon bulanan, tagihan akses internet digabung dengan tagihan telepon).
  • Speed downstream local accsess internet pada jaringan Telkomnet sampai dengan 512 Kbps.
Konsumen bisa menggunakan Speedy, dengan melakukan
  • Komputer min Pentium II.
  • Memory (RAM) min 64 MB, RAM (Randam Accsess Memory).
  • Hard Disk min 2 GB.
  • Modem atau router ADSL yang direkomendasikan TELKOM.
  • Saluran telepon harus physic murni.

[+/-] Selengkapnya...

Canon EOS 550D Kamera DSLR

Canon EOS 550D Kamera DSLR yang Mampu Merekam Video Full HD

By admin on February 21st, 2010


Canon tak lama ini mengumumkan produk baru penerus EOS 500D ( juga bernama Canon Rebel T2i  )  yang mampu merekam video beresolusi tinggi dan  18 Megapixel (MP) APS-C CMOS sensor, dan mampu melakukan pemotretan 3.7 frame per detik.


Spesifikasi:

    * 18 MP APS-C CMOS sensor
    * DIGIC 4
    * ISO 100-6400, H:12800
    * 3.7fps shooting
    * Full HD movies – 1920×1080p
    * 7.7cm (3.0”) 3:2 Clear View LCD with 1,040k dots
    * iFCL metering
    * Quick Control screen
    * Ext. Mic socket
    * Movie crop

Harga Canon EOS 550D kurang lebih $799

link http://www.beritateknologi.com/kamera-canon-dslr-terbaru-eos-550d-mampu-merekam-video-full-hd/

[+/-] Selengkapnya...

Kord dan Kunci Ritchie Kotzen - High

Intro: E B F#m A

E B F#m
I am so innocent I swear to god o but you pressure me
A
And I cant help but unwind
E B
By now you know im not the stable kind
F#m
But you keep on testing me
A
Until I make you cry
F#m E/G#
How long can I take you
A B
You should know that the only way I can deal


E B F#m
Is to get high so high until everything in gone
A
And I cant say a word
E B
I get high so high
F#m A
Just to shut you out so I cant hear a word


E B
I know your lookin for an endless love
F#m
But this thing aint what you think
A
Its more like endress work
E B
You say im jaded and my mind is thick
F#m
And that im blind to trust
A
But I can see right through you
F#m E/G#
How long can I take you
A B
You should know that the only way i can feel

E B F#m
Is to get high so high until everything in gone
A
And I cant say a word
E B
I get high so high
F#m A
Just to shut you out so I don't hear a word

B F#m
When I am away from you my head is strong
B A
When I get near you make sure my mind is gone

Solo:
E B F#m A B

B E
The only way to deal with you is to get high...
B F#m
so high until everything in gone
A
And I cant say a word
E B
I get high so high
F#m A
Just to shut you out so I don't hear a word

[+/-] Selengkapnya...

BBB Shop Online

di suatu hari berkumpulah suatu kelompok BBB ( Bintang Bandung Bersatu ), perkumpulan ini diawali dengan unsur ketidaksengajaan. Karena ini berkat Kurikulun terbaru untuk SMK yaitu Kegiatan PSG ( Pendidikan Sistem Ganda ) yang dpraktekan dengan cara Prakerin.
Pada tanggal 21 Februari 2010 mereka membentuk dan mendirikan suatu Shop Online, yang diberi nama BBB Shop Onlen, yang menjual berbagai macam Sepatu, Kaos, Celana, dan Acc lainnya yang berkualitas tinggi dengan Price yang lumayan.
Jika Anda semuanya berminat, klik aja link ini   http://www.facebook.com/profile.php?ref=profile&id100000822491722  atau klik pada BBB Shop Online yang ada di bagian paling bawah blog ini..InsyaAllah Di jamin mutunya.

Selamat Menikmati!!!

[+/-] Selengkapnya...